Euthanasia dan Kematian Bermartabat: Suatu tinjauan Bioetika

Membunuh bisa dilakukan secara legal. Itulah euthanasia, pembuhuhan legal yang sampai kini masih jadi kontroversi. Pembunuhan legal ini pun ada beragam jenisnya.

Secara umum, kematian adalah suatu topik yang sangat ditakuti oleh publik. Hal demikian tidak terjadi di dalam dunia kedokteran atau kesehatan. Dalam konteks kesehatan modern, kematian tidaklah selalu menjadi sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Kematian dapat dilegalisir menjadi sesuatu yang definit dan dapat dipastikan tanggal kejadiannya. Euthanasia memungkinkan hal tersebut terjadi.

Euthanasia adalah tindakan mengakhiri hidup seorang individu secara tidak menyakitkan, ketika tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai bantuan untuk meringankan penderitaan dari individu yang akan mengakhiri hidupnya.

Ada empat metode euthanasia:

  • Euthanasia sukarela: ini dilakukan oleh individu yang secara sadar menginginkan kematian.
  • Euthanasia non sukarela: ini terjadi ketika individu tidak mampu untuk menyetujui karena faktor umur, ketidak mampuan fisik dan mental. Sebagai contoh dari kasus ini adalah menghentikan bantuan makanan dan minuman untuk pasien yang berada di dalam keadaan vegetatif (koma).
  • Euthanasia tidak sukarela: ini terjadi ketika pasien yang sedang sekarat dapat ditanyakan persetujuan, namun hal ini tidak dilakukan. Kasus serupa dapat terjadi ketika permintaan untuk melanjutkan perawatan ditolak.
  • Bantuan bunuh diri: ini sering diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk euthanasia. Hal ini terjadi ketika seorang individu diberikan informasi dan wacana untuk membunuh dirinya sendiri. Pihak ketiga dapat dilibatkan, namun tidak harus hadir dalam aksi bunuh diri tersebut. Jika dokter terlibat dalam euthanasia tipe ini, biasanya disebut sebagai ‘bunuh diri atas pertolongan dokter’. Di Amerika Serikat, kasus ini pernah dilakukan oleh dr. Jack Kevorkian.

Euthanasia dapat menjadi aktif atau pasif:

  • Euthanasia aktif menjabarkan kasus ketika suatu tindakan dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan kematian. Contoh dari kasus ini adalah memberikan suntik mati. Hal ini ilegal di Britania Raya dan Indonesia.
  • Euthanasia pasif menjabarkan kasus ketika kematian diakibatkan oleh penghentian tindakan medis. Contoh dari kasus ini adalah penghentian pemberian nutrisi, air, dan ventilator.

Ada kasus ketika meningkatkan dosis pengurang rasa sakit, seperti pemberian Morfin, dapat memperpendek umur pasien. Namun pemberian morfin tidak dimaksukan untuk menimbulkan kematian, sehingga dipandang secara moral berbeda. Kasus ini juga dapat dilihat dari perspektif falsafah ‘efek ganda’. Prinsip ini berasal dari filsafat moral Immanuel Kant, yang juga dipopulerkan oleh Gereja Katholik. Falsafah ‘efek ganda’ menekankan bahwa suatu efek tindakan tidak akan bisa diterima secara moral ketika ia terjadi secara sengaja, namun tindakan itu akan diterima jika tidak disengaja.

Argumen Pro Euthanasia

Kelompok pro euthanasia, yang termasuk juga beberapa orang difabel, berkonsentrasi untuk mempopulerkan euthanasia dan bantuan bunuh diri. Mereka menekankan bahwa pengambilan keputusan untuk euthanasia adalah otonomi individu. Jika seseorang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau berada dalam kesakitan yang tak tertahankan, mereka harus diberikan kehormatan untuk memilih cara dan waktu kematian mereka dengan bantuan yang diperlukan. Mereka mengklaim bahwa perbaikan teknologi kedokteran merupakan cara untuk meningkatkan jumlah pasien yang sekarat tetap hidup. Dalam beberapa kasus, perpanjangan umur ini melawan kehendak mereka.

Mereka yang mengadvokasikan euthanasia non sukarela, seperti Peter Singer, berargumentasi bahwa peradaban manusia berada dalam periode ketika ide tradisional seperti kesucian hidup telah dijungkir balikkan oleh praktek kedokteran baru yang dapat menjaga pasien tetap hidup dengan bantuan instrumen. Dia berargumen bahwa dalam kasus kerusakan otak permanen, ada kehilangan sifat kemanusian pada pasien tersebut, seperti kesadaran, komunikasi, menikmati hidup, dan seterusnya. Mempertahankan hidup pasien dianggap tidak berguna, karena kehidupan seperti ini adalah kehidupan tanpa kualitas atau status moral.

Falsafah Utilitarian Singer menekankan bahwa tidak ada perbedaan moral antara membunuh dan mengizinkan kematian terjadi. Jika konsekuensinya adalah kematian, maka tidak menjadi masalah jika itu dibantu dokter, bahkan lebih disukai jika kematian terjadi dengan cepat dan bebas rasa sakit.

Oposisi terhadap Euthanasia

Banyak argumen anti euthanasia bermula dari proposisi, baik secara religius atau sekuler, bahwa setiap kehidupan manusia memiliki nilai intrinsik dan mengambil hidup seseorang dalam kondisi normal adalah suatu kesalahan. Advokator hak-hak orang difabel menekankan bahwa jika euthanasia dilegalisasi, maka hal ini akan memaksa beberapa orang difabel untuk menggunakannya karena ketiadaan dukungan sosial, kemiskinan, kurangnya perawatan kesehatan, diskriminasi sosial, dan depresi. Orang difabel sering lebih mudah dihasut dengan provokasi euthanasia, dan informed consent akan menjadi formalitas belaka dalam kasus ini. Beberapa orang akan merasa bahwa mereka adalah beban yang harus dihadapi dengan solusi yang jelas. Secara umum, argumen anti euthanasia adalah kita harus mendukung orang untuk hidup, bukan menciptakan struktur yang mengizinkan mereka untuk mati.

sumber:netsains.net


Sel yang Dapat Diprogram Ulang Bisa Jadi Kunci Penciptaan Bentuk Kehidupan Baru

 

Para ilmuan dari Universitas Nottingham memimpin sebuah proyek penelitian ambisius untuk mengembangkan sel biologi in vivo yang setara dengan sistem operasi komputer.


 Kesuksesan proyek ini menciptakan sel yang dapat diprogram ulang dapat merevolusi biologi sintetis dan akan memberi jalan para ilmuan menciptakan bentuk kehidupan yang sepenuhnya baru dan berguna menggunakan pendekatan yang relatif bebas hambatan.

Professor Natalio Krasnogor dari Sekolah Ilmu Komputer Universitas tersebut, yang memimpin Tim Penelitian Sistem Kompleks dan Komputasi Lintas Disiplin, mengatakan: “Kami melihat penciptaan sebuah sel yang setara dengan sistem operasi komputer ini sedemikian hingga sekelompok sel dapat diprogram ulang untuk melakukan fungsi apapun tanpa butuh modifikasi pada hardwarenya.”

 “Kami bicara tentang tujuan yang sangat ambisius membawa pada terobosan dasar yang akan – pada akhirnya, memungkinkan kita dengan cepat membuat prototipe, mengimplementasi, dan menurunkan entitas hidup yang sepenuhnya baru dan tidak ada di alam, mengadaptasi mereka sehingga mereka memberikan fungsi baru yang bermanfaat.”

 Teknologi pengubah permainan ini dapat mempercepat penelitian dan pengembangan Biologi Sintesis, yang berhubungan dengan banyak penerapan – dari pembuatan sumber makanan baru dan solusi lingkungan baru hingga sejumlah terobosan medis baru seperti obat yang dirancang untuk pasien individual dan pertumbuhan organ baru untuk pasien transplan.

 Proyek lintas disiplin ini, didanai dengan beasiswa kepemimpinan untuk  Professor Krasnogor senilai lebih dari  £1 juta dari  Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC), melibatkan ilmuan komputer, ahli biologi, dan kimiawan dari Nottingham serta kolega akademis dari universitas lain di Skotlandia, Amerika Serikat, Spanyol, dan Israel.

 Proyek ini –   Towards a Biological Cell Operating System (AUdACiOuS) – berusaha melebihi biologi sistem – ilmu dibalik memahami bagaimana organisme hidup bekerja – untuk memberi para ilmuan kekuatan untuk menciptakan sistem biologis. Para ilmuan akan mulai bekerja berusaha membuat bakteri  e.coli jauh lebih mudah diprogram.

Professor Krasnogor menambahkan: “  EPSRC Leadership Fellowship ini akan membuat saya mentransfer keahlian saya dalam Ilmu Komputer dan informatika ke laboratorium basah.”

“Saat ini, tiap kali kita membutuhkan sel yang akan melakukan fungsi baru tertentu kami harus menciptakannya ulang dari rongsokan yang merupakan proses panjang dan penuh kerja keras. Sebagian besar orang berpikir yang cukup kami lakukan adalah memodifikasi perilaku DNA sel namun tidak sesederhana itu – kami biasanya mendapatkan perilaku yang salah dan kami harus kembali mengulang lagi. Bila kami berhasil dengan proyek  AUdACiOuS ini, dalam waktu lima tahun, kami akan memprogram sel bakteri di komputer dan mengkompilasi serta menyimpan programnya dalam sel baru ini sehingga mereka dapat siap menjalankannya.”

 “Seperti sebuah komputer, kami mencoba menciptakan sistem operasi dasar untuk sebuah sel biologi.”

 Diantara tantangan paling mendasar yang dihadapi para ilmuan adalah mengembangkan model komputer baru yang lebih akurat memprediksi perilaku sel di laboratorium.

 Para ilmuan dapat siap memprogram sel individual untuk menyelesaikan tugas tertentu namun memperbesarnya ke organisme yang lebih besar itu sulit.

 Pembuatan program model komputer yang memuaskan dan sel yang dapat diprogram untuk mengisi fungsi apapun tanpa harus kembali ke papan gambar tiap kali dapat membuang pendekatan trial error yang saat ini digunakan dan memungkinkan penelitian biologi sintesis mengambil langkah maju yang penting.

 Teknologi ini dapat digunakan dalam sejumlah besar penerapan dimana mampu memodifikasi perilaku organisme dapat bermanfaat. Dalam jangka panjang, hal ini mencakup pembentukan mikroorganisme baru yang dapat membantu membersihkan lingkungan misalnya dengan menangkap karbon dari bahan bakar fosil yang terbakar atau membuang limbang, misalnya arsenik dari sumber air. Selain itu, efektivitas obat dapat ditingkatkan dengan merancangnya sesuai kebutuhan pasien secara pribadi untuk memaksimalkan pengaruh obat dan mengurangi efek samping yang berbahaya.

 Rekan dalam proyek ini adalah Universitas Nottingham dan Universitas Edinburgh di Inggris; Arizona State University, Massachusetts Institute of Technology, Michigan State University, New York University, University of California Santa Barbara, University of California, San Francisco di Amerika Serikat; Centro Nacional de Biotecnologia di Spanyol; dan Weizmann Institute of Science di Israel.

sumber:faktailmiah.com


Pale Blue Dot (Titik Biru Pucat)

Di bawah ini merupakan cuplikan dari “A Pale Blue Dot” yang diinspirasikan oleh sebuah gambar, yang diambil berdasarkan anjuran Sagan, oleh Voyager 1 pada tanggal 14 Februari 1990. Karena pesawat luar angkasa itu telah meninggalkan daerah planet kita menuju ke penghujung tata surya, insinyur-insinyur memutarnya kembali untuk satu kali terakhir untuk melihat ke planet rumahnya. Voyager 1 pada waktu itu sudah sejauh 6,4 Milyar kilometer dari bumi, dan sekitar 32 derajat di atas planar elips, ketika dia menangkap potret rumah kita ini. Tertangkap di tengah hamburan cahaya (sebagai akibat dari mengambil gambar begitu dekat kepada matahari), Bumi terlihat sebagai titik cahaya yang amat kecil, sebuah sabit yang hanya berukuran 0,12 pixel.

Renungkanlah kembali titik itu, disinilah itu, itulah rumah, itulah kita. Diatasnya semua orang yang kau cintai, semua orang yang kau kenal, semua orang yang kau pernah dengar, semua manusia yang pernah ada, menghabiskan hidup mereka. Segenap kebahagiaan dan penderitaan kita, ribuan agama yang percaya diri, ideologi dan doktrin ekonomi, setiap pemburu dan pengumpul, setiap pahlawan dan pengecut, setiap pendiri dan penghancur dari peradaban, setiap raja dan jelata, semua pasangan anak muda yang sedang jatuh cinta, setiap ibu, ayah dan anak-anak berpengharapan besar, penemu dan petualang, setiap guru moral, semua politisi yang korup, setiap superstar, setiap pemimpin super, setiap orang suci dan pendosa dalam sejarah hidup spesies kita hidup disana – di atas setitik debu, melayang didalam sinar matahari.

Bumi adalah sebuah panggung yang amat kecil dihadapan luasnya alam semesta. Pikirkanlah sungai darah yang ditumpahkan oleh para jenderal dan kaisar supaya, dalam keagungan dan kemenangan, mereka dapat menjadi penguasa sementara dari sebagian dari sebuah titik. Renungkanlah kekejaman tanpa akhir yang ditemui oleh penduduk sebuah sudut dari titik ini oleh sedikit penghuni lainnya yang hampir tidak dapat dibedakan dari sudut lainnya, betapa sering terjadinya kesalahpahaman, betapa inginnya mereka untuk saling membunuh, betapa hebatnya kebencian mereka.

Pengambilan sikap kita sendiri, keistimewaan diri sendiri yang semu, ilusi bahwa kita memiliki sebuah posisi yang istimewa di dunia ini, ditantang oleh setitik cahaya yang redup ini. Planet kita adalah sebutir debu yang kesepian di dalam kebesaran dan kegelapan alam semesta. Di dalam kebingungan kita, tidak ada tanda bahwa pertolongan akan datang dari tempat lain untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri

Bumi adalah satu-satunya tempat yang diketahui sejauh ini yang memiliki kehidupan. Tidak ada tempat lain, setidaknya pada masa depan yang dekat, dimana spesies kita dapat pindah. Mengunjungi, iya, menetap, belum. Suka atau tidak, untuk saat ini, Bumi merupakan satu-satunya tempat kita berdiri

Sudah pernah dikatakan bahwa astronomi adalah pengalaman yang merendahakan hati dan membangun kepribadian. Mungkin tidak ada yang dapat menunjukkan dengan lebih baik kecacatan pemikiran manusia daripada gambaran yang sangat jauh dari dunia kita yang teramat kecil ini. Untukku, hal ini menggarisbawahi tanggung jawab kita untuk bertindak lebih baik satu sama lain, dan untuk menjaga dan merawat titik biru pucat, satu-satunya rumah yang kita pernah tahu

Oleh:Carl Sagan


Mengenal Pencucian Uang

Pencucian uang didefinisikan sebagai suatu perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah.

Pencucian uang merupakan suatu upaya untuk menyembunyikan atau menyamarkan uang yang dihasilkan dari suatu aksi kejahatan, seperti prostitusi, perdagangan obat bius, korupsi, penyelundupan, penipuan, pemalsuan, perjudian, dan lain lain.

Uang hasil kejahatan akan dicoba untuk disimpan dalam institusi keuangan (termasuk bank) dan dengan cara tertentu asal usul uang tersebut disamarkan. Untuk selanjutnya, uang tersebut digunakan kembali untuk membiayai aksi kejahatan lainnya, dan mencucinya lagi, demikian seterusnya.

Transaksi Keuangan Mencurigakan 

Di dalam hal pencucian uang, dikenal adanya traksaksi keuangan mencurigakan atau Suspicious transaction Report (STR). Pada dasarnya yang dimaksud dengan istilah “Transaksi Keuangan Mencurigakan” atau STR adalah transaksi yang menyimpang dari kebiasaan atau tidak wajar dan tidak selalu terkait dengan tindak pidana tertentu. Transaksi Keuangan Mencurigakan tidak memiliki ciri-ciri yang baku, karena hal tersebut dipengaruhi oleh variasi dan perkembangan sistem keuangan yang ada.

Meskipun demikian, terdapat ciri-ciri umum dari Transaksi Keuangan Mencurigakan yang dapat dijadikan acuan, sebagai berikut :

  • Tidak sesuai dengan tujuan komersial yang wajar.
  • Menggunakan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar dan/atau dilakukan secara berulang-ulang di luar kewajaran.
  • Aktivitas nasabah diluar kebiasaan dan kewajaran.

Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, Transaksi Keuangan Mencurigakan pada prinsipnya terdiri dari 3 unsur, yaitu :

  • Transaksi yang menyimpang dari profil dan karakteristik serta kebiasaan pola transaksi dari nasabah yang bersangkutan.
  • Transaksi yang patut diduga dilakukan dengan tujuan untuk menghindari pelaporan yang wajib dilakukan oleh Penyedia Jasa Keuangan (PJK).
  • Transaksi keuangan yang dananya diduga berasal dari hasil kejahatan.

Beberapa indikator Transaksi Keuangan Mencurigakan adalah antara lain sebagai berikut :

1.Transaksi Transfer dana 

  • Transfer dana untuk dan dari offshore financial centre yang berisiko tinggi tanpa alasan usaha yang jelas.
  • Penerimaan/pengiriman dana dalam beberapa tahap dengan perbedaan jumlah yang signifikan antara penerimaan yang pertama dengan penerimaan berikutnya.
  • Penerimaan/pembayaran dana dalam kegiatan ekspor impor yang tidak disertai dokumen yang lengkap.
  • Transfer dana dari atau ke negara yang tergolong high risk.
  • Transfer dana dari atau ke pihak yang tergolong high risk.
  • Penerimaan/pembayaran dana dengan menggunakan lebih dari 1 (satu) rekening baik atas nama yang sama atau atas nama yang berbeda.

2.Nasabah membuka rekening hanya untuk jangka pendek saja

  • Off-shore company yang terletak di negara bebas pajak atau negara yang ketat dalam penerapan rahasia bank.
  • Usaha yang berbasiskan uang tunai.
  • Organisasi sosial.
  • Cyber company.

3.Negara/teritorial

Dalam mengidentifikasikan suatu Transaksi Keuangan Mencurigakan, perlu diperhatikan negara pengirim dana, negara penerima dana, dan negara asal nasabah. Hal ini perlu dilakukan karena apabila dana tersebut berasal atau dikirimkan ke negara yang terkenal sebagai produsen narkoba maka dimungkinkan adanya keterkaitan dana tersebut dengan penjualan narkoba.

Negara/teritorial yang perlu mendapat perhatian adalah negara/teritorial yang tergolong berisiko tinggi (high risk country) seperti :

  • Kawasan offshore financial center.
  • Tax heaven countries/teritories.
  • Negara-negara yang dikenal sebagai produsen narkoba.
  • Non-Cooperative Countries and Teritories sesuai dengan penetapan FATF (Financial Action Task Force on Money Laundering).
Pengaruh Pencucian Uang

Sebagai akibat dari pencucian uang, aksi kejahatan akan meningkat, yang pada akhirnya akan membahayakan keamanan masyarakat sehingga biaya sosial yang dikeluarkan pemerintah untuk memberantas tindak kejahatan juga akan meningkat.

Disamping itu, kegiatan pencucian uang dapat berpengaruh kepada perekonomian, karena ada kemungkinan secara tiba-tiba uang tersebut ditarik dari sistem keuangan Indonesia dalam jumlah besar yang akan berdampak kepada kestabilan nilai rupiah dan suku bunga.

Tindakan Anti Pencucian Uang

Mengingat dampak negatif dari tindakan pencucian uang bisa membahayakan stabilitas negara, maka perlu dilakukan tindakan untuk mencegah terjadinya pencucian uang di Indonesia.

Pemerintah melalui Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) meminta perbankan dan jasa keuangan lainnya untuk melaporkan setiap transaksi yang mencurigakan untuk mengantisipasi tindakan pencucian uang.

Sanksi

Masyarakat wajib mendukung program pemerintah dalam tindakan anti pencucian uang. Pelaku tindakan pencucian uang dapat dikenakan sanksi pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda minimal Rp 100 juta dan maksimal Rp 15 miliar.

Sanksi pidana tersebut diberikan kepada:

  • Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan pencucian uang.
  • Setiap orang yang menerima hasil tindakan pencucian uang.
  • Setiap orang yang tidak melaporkan uang tunai dalam bentuk rupiah minimal sebesar Rp 100 juta, atau dalam mata uang asing yang setara, yang dibawa ke dalam atau ke luar wilayah RI.

sumber:http://www.smallcrab.com/


Perjalanan Panjang Pertarungan Alfamart VS Indomaret

Alfamart vs Indomaret

Indofood Group merupakan perusahaan pertama yang menjadi pionir lahirnya mini market di Indonesia pada tahun 1988. Kemudian Hero Supermarket mendirikan Starmart pada tahun 1991. Di susul Alfa Group mendirikan Alfa Minimart pada tahun 1999 yang kemudian berubah menjadi Alfamart. Dalam hitungan tahun, mini market telah menyebar ke berbagai daerah seiring dengan perubahan orientasi konsumen dalam pola berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Dulu konsumen hanya mengejar harga murah, sekarang tidak hanya itu saja tetapi kenyamanan berbelanja pun menjadi daya tarik tersendiri.
Bisnis mini market melalui jejaring waralaba alias franchise berkembang biak sampai pelosok kota kecamatan kecil. Tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Khususnya mini market dengan brand Indomaret dan Alfamart. Siapa yang tidak kenal Indomaret? Dan siapa yang tidak kenal Alfamart? Anak kecil pun kalau beli permen pasti “nunjuknya” minta ke Indomaret atau ke Alfamart. Kedua merk ini dimiliki oleh group perusahaan raksasa yaitu Indomaret milik PT. Indomarco Prismatama (Indofood Group) dan Alfamart milik perusahaan patungan antara Alfa Group dan PT. HM Sampoerna, Tbk.

Djoko menjual kepemilikannya di jaringan Alfa Supermarket kepada Carefour. Selanjutnya dana hasil transaksi itu digunakan Djoko untuk fokus mengelola minimarket Alfamart dan Alfamidi. Di luar dugaan, pertumbuhan Alfamart luar biasa. Saat ini sudah mencapai lebih dari 2.779 gerai, seperti hendak mengimbangi pertumbuhan jumlah gerai Indomaret – pesaing utamanya – yang juga tumbuh pesat. Sejak dirintis 1988, kini jaringan Indomaret mencapai 3.134 gerai.

Sebenarnya selain Alfamart dan Indomaret masih banyak pemain minimarket lain. Sebut saja Circle K, Starmart, Yomart, AMPM, dan beberapa nama lainnya (termasuk pemain lokal). Namun, yang tampak di mata masyarakat adalah adu kuat antara Alfamart dan Indomaret. Maklum, kedua merek minimarket ini sangat agresif menggarap pasar hingga ke kawasan perumahan. Saking ketatnya bersaing, mereka seperti tak peduli dengan kedekatan lokasi toko. Dalam radius 10 meter, gampang sekali dijumpai toko Alfamart berhadapan dengan Indomaret. Malahan, di beberapa tempat ada satu gerai Indomaret diapit dua Alfamart. Boleh jadi ini jurus Alfamart untuk menekan Indomaret yang rata-rata gerainya lebih luas dibanding Alfamart.

Alfamart . Saat ini sudah mencapai lebih dari 2.779 gerai seperti hendak mengimbangi pertumbuhan jumlah gerai Indomaret- pesaing utamanya yang juga tumbuh pesat.

Indomaret pun tak mau kalah set dari Alfamart. Tak puas dengan 3.134 gerainya, tahun ini Indomaret berencana menambah sekitar 900 gerai lagi. Target itu mengalami kenaikan lebih- kurang 250 gerai dibanding tahun 2008 yang penambahan gerainya berkisar 650 toko. “Kami akan teruskan ke Aceh. Jadi, tahun ini total gerai kami akan menjadi 4.000 an toko. Kami buka di Palembang dan Bali, “ujar Laurensius Tirta Widjaja, Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama (IP), pengelola jaringan minimarket Indomaret. Saat ini gerai Indomaret di Bali mencapai 50 toko dan di Medan 42 toko. Lauren mengklaim pihaknya adalah pionir di kedua wilayah itu.

Alfamart bertekad meningkatkan porsi waralabanya dari 23 % menjadi 30 %, sehingga member peluang lebih besar pada investor untuk membesarkan Alfamart hingga ke pelosok.

Dalam hal penentuan lokasi gerai Indomaret, metodenya relative fleksibel. Di Jakarta misalnya, diplot dulu daerah utara, selatan, barat dan timur. Kemudian dipilah lagi per kecamatan dan kabupaten. Nah, di tiap kecamatan dibuka kesempatan pembukaan dua-tiga toko. Bila dalam perkembangannya kinerja gerai-gerai itu bagus, akan ditambah lagi kesempatan pembukaan gerai lainnya. Kendati begitu, manajemen IP tidak asal buka saja, tapi bernegosiasi dulu dengan pemilik waralaba Indomaret yang lama di daerah itu, akankah layak atau tidak apabila ditambah gerai baru lagi.

Lauren menambahkan sekarang banyak gerai Indomaret yang jaraknya sangat dekat dengan pesaing terdekatnya. “Tapi, bukan kami sesumbar lho. Toko kami tidak bisa head to head dengan satu toko. Sebab mind set orang, Indomaret sudah besar, sehingga tidak bisa satu-satu. Akibatnya, kompetitor membuka dua-tiga toko untuk bersaing dengan satu toko kami,“ ungkapnya. “Kalau kami ikut membalas dengan membuka banyak gerai, itu kan namanya kanibalisme dan tidak efisien. Kami harus lebih smart dalam hal itu. Apalagi ini bisnis waralaba. Jadi kami punya perhitungan skala ekonominya,“ Lauren menjelaskan.

Meningkatkan pola kerja sama waralaba adalah strategi lain yang dilancarkan minimarket untuk ekspansi. Dalam hal ini Alfamart bertekad meningkatkan porsi waralabanya dari 23% menjadi 30%, sehingga memberi peluang lebih besar pada investor untuk membesarkan Alfamart hingga ke pelosok. Adapun Indomaret mengaku hendak meningkatkan inovasi produknya. Salah satunya kini dikembangkan dalah meluncurkan kartu multifungsi. Smart card ini tidak hanya berfungsi untuk belanja, tapi juga untuk membayar tagihan telepon, listrik, cicilan motor dan mobil. Sekadar mengingatkan, saat ini jaringan Indomaret yang menggunakan system waralaba berjumlah 1.300 gerai. Dengan nilai investasi Rp. 250-300 Juta pergerai, Lauren menilai, bisnis waralaba ini tidak main-main. Investor dan manajemen IP sendiri mengaku serius mengelolanya, sehingga tingkat kegagalan sebagaimana diklaim Lauren 5%.

Perkembangan yang menarik juga bisa dilihat dari sisi merek produk yang dijajakan. Rupanya tak hanya hypermarket yang jeli membuat private label. Pengelola Jaringan minimarket pun mengembangkan private label untuk menambah portofolio produknya dengan harga miring dibanding produk serupa dari merek-merek terkenal. “kami juga punya produk dengan merek sendiri, tapi angkanya masih terbilang kecil. Yaitu sekitar 4 % dari total stock keeping unit yang jumlahya mencapai 5 ribu item,“ ujar Heryanto.

Di luar bisnis utamanya, kalangan minimarket juga cukup kreatif mengoptimalkan sumber pendapatan lainnya. Alfamart yang omset tiap gerainya diklaim Henryanto rata-rata mencapai Rp 8,5 juta/hari mendapat gross margin kurang-lebih 12%. Ada revenue tambahan Alfamart dari penyewaan gondola, lapak di teras depan toko, dan listing fee. Sayangnya, petinggi perusahaan ritel yang Januari 2009 lalu go public itu enggan membeberkan berapa nilai nominal income tambahannya.

Strategi serupa pun ditempuh Indomaret dengan menyewakan gondola atau lapaknya ke mitra bisnis. “Untuk listing fee, masih kami patok di bawah Rp.10 juta per item produk. “ ujar Lauren seraya mengklaim rata-rata omset gerai Indomaret (yang biasanya dikelola 8-10 karyawan)per hari mencapai Rp.9-10 juta.

Ke depan, kalangan pelaku bisnis minimarket tampaknya bertekad melipatgandakan bisnisnya, Indomaret misalnya ingin menjadi one stop shopping & service. “nanti kami juga akan mengembangkan konsep pengiriman uang person to person dengan memanfaatkan jaringan toko Indomaret,“ kata Lauren menyebut salah satu contoh program masa depan.

Ya, sebagaimana diungkapkan Djoko Susanto, bisnis minimarket itu bisnis marathon. Tidak bisa sebuah perusahaan pengelola jaringan minimarket merasa cukup dengan 100-200 toko, lalu menganggapnya sudah untung.” Modal akan terus digulirkan untuk ekspansi,” kata founder Alfamart itu.

sumber : http://awanragil.multiply.com


Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone

Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone.


Asal usul Moral

Dari mana perasaan benar salah berasal? Bukan dari langit. Aristoteles, Kong Hu Cu dan Darwin menyadari kalau nilai adalah fungsi dasar makhluk hidup.

Nilai moral khususnya, merupakan fungsi dasar pada hewan cerdas dan sangat sosial seperti manusia. Sayangnya, sejak lama sains tidak dapat menjelaskan mengapa otak, yang dibentuk oleh jaringan gen dan berinteraksi dengan lingkungan, dapat memunculkan moralitas.

Berdasarkan prinsip seleksi alam, perawatan orang lain tentunya memberi manfaat kelangsungan hidup bagi hewan yang terlibat. Para ahli biologi evolusi telah mengembangkan model untuk menunjukkan bagaimana hal ini bekerja, namun baru sekarang para ahli ilmu syaraf memahami bagaimana perilaku altruisme terjadi di otak.

Moralitas tampaknya terbentuk oleh empat proses otak yang saling kunci:

  1. Pemeliharaan, yang berakar dari keterikatan pada perawatan keturunan
  2. Penghargaan keadaan psikologi individu lain, yang memberi manfaat dalam meramalkan perilaku mereka
  3.  Pemecahan masalah dalam konteks sosial, seperti bagaimana membagikan sumber daya langka atau mempertahankan suku
  4. Pembelajaran sosial, lewat penguatan positif dan negatif, imitasi, pengkondisian dan analogi

Nilai-nilai sosial, senyatanya tergantung pada modifikasi evolusioner rangkaian syaraf yang terlibat dalam keberlangsungan hidup dasar. Pada semua vertebrata, rangkaian batang otak menjaga parameter krusial seperti suhu, kadar glukosa dan karbondioksida dalam jangkauan yang tepat. Untuk mempertahankan homeostasis ini, otak memberikan motivasi seperti rasa sakit, lapar, haus dan takut, dan kesenangan atas makanan, minuman, seks dan keamanan.

Seiring ber-evolusinya otak mamalia, jaringan homeostasis yang awalnya hanya memungkinkan “saya” bertahan hidup, meluas menjadi memungkinkan “milik saya” ikut bertahan. Pertama kalinya hal ini dimulai dari keturunannya sendiri yang tidak berdaya. Respon rasa sakit dan takut dipicu oleh pemisahan kebutuhan atau kebutuhan itu sendiri. Rasa senang dan nyaman datang dari sentuhan, ciuman dan jilatan. Pada sebagian spesies, penyetelan tambahan dalam rangkaian keterikatan memperluas lingkarannya untuk melibatkan pasangan, kerabat atau anggota lain dalam kelompok, tergantung tekanan seleksinya.

Pada poros rangkaian syaraf terikat terdapat peptida purba: oksitosin dan saudaranya, vasopresin. Bersama dengan hormon reproduktif dan neurotransmitter lainnya, peptida-peptida ini mengatur rangkaian di hipotalamus, bagian batang otak yang terlibat dalam keterikatan dengan “milik saya.” Walau masih banyak yang harus ditemukan, vasopresin tampaknya berhubungan dengan perhatian yang lebih agresif, seperti pertahanan, sementara oksitosin menekan rasa takut dan khawatir, yang terasa senang dan berhubungan dengan kepercayaan (Trust).

Neokorteks  – selimut enam lapis yang menutup hemisfer otak – adalah struktur khas mamalia. Biaya tinggi ketergantungan mamalia saat lahir dibayar oleh manfaat dari bentuk-bentuk belajar baru yang dimungkinkan oleh neokorteks. Pada primata, neokorteks tampaknya bertanggung jawab untuk meningkatnya kapasitas meramalkan perilaku individu lain. Ia juga memungkinkan belajar yang lebih abstrak dan pemecahan masalah serta meningkatkan fleksibilitas kontrol impuls dan keahlian sosial. Skill ini memberi jalan bagi kemunculan lembaga budaya seperti perdagangan, peradilan dan agama – semuanya bertugas untuk mengatur kepercayaan pada individu bukan keluarga dan memungkinkan jangkauan hubungan saling percaya lainnya daripada sekedar kelompok pemburu-pengumpul yang terisolasi. Singkatnya, pengaturan keterikatan dan keterhubungan otaklah yang membuat kita ingin bersama, peduli satu sama lain, dan menghargai keluarga, teman dan komunitas kita. Interaksi antara lembaga syaraf dan budaya kita menyusun sejarah moral kita.

sumber: faktailmiah.com


%d blogger menyukai ini: